Asumsi Makro Ekonomi 2017 Telah Dispekati Menteri Keuangan Dan Komisi XI DPR

Sri Mulyani yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan bersama Komisi XI DPR telah sepakat mengenai berbagai macam asumsi makro pada RAPBN. Adapun salah satu dari beberapa asumsi makro tersebut, yakni menargetkan pertumbuhan ekonomi yang telah disepekati sebesar 5,1 persen atau lebih rendah 0,2 persen dari sebelumnya sebesar 5,3 persen yang tertuang pada Nota Keuangan.

sri mulyani

Rapat Kerja Pengambilan Keputusan Asumsi Makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017 berlangsung dari pukul 20.30 hingga berakhir pada pukul 23.30 WIB. Rapat yang dihadiri oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah ini berlangsung di Gedung DPR, Jakarta.

Hasil dari rapat tersebut yakni menyepakati beberapa hal, yakni target inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran dan kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, gini rasio, dan juga mengenai nilai tukar rupiah serta bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan.

melchias marcus mekeng

Melchias Marcus Mekeng selaku Ketua Komisi XI membacakan hasil dari rapat tersebut bahwa semua elemen telah sepakat dan menyutujui angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2017 sebesar 5,1 persen, dan kurs rupiah Rp 13.300 per dolar Amerika Serikat, inflasi sebesar 4 persen, IPM di angka 70,1, angka kemiskinan 10,5 persen, 5,3 persen mengenai SPN 3 bulan, dan gini rasio di angka 0,39 serta tingkat pengangguran sebesar 5,6 persen.

Ketetapan mengenai asumsi terkhusus mengenai pertumbuhan ekonomi Nasional, sudah sesuai dengan usulan dari Sri Mulyani, yang dimana memproyeksikan sebesar 5,1 persen pada tahun 2017. Target pertumbuhan di angka 5,1 persen ini dinilai akan nyaman untuk dijalani oleh berbagai elemen, dan diharapkan tidak mengulangi kondisi seperti di tahun 2016.

pemerintah

Pemerintah akan terus berupaya dalam mengumpulkan target dari sisi penerimaan pajak semaksimal mungkin. Adapun cara yang ditempuh pemerintah dalam mengejar target tersebut, yakni Menteri Sri Mulyani terus mengetahui dan memantau kinerja para pegawai di Ditjen Pajak, yang berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah di setiap minggunya. Hal ini merupakan keseriusan pemerintah dalam mencapai target penerimaan pajak, walaupun terdapat non pajak, seperti bea cukai, dan juga Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pemerintah akan mengelola penerimaan pajak secara baik dan tepat, agar lebih akurat.

Sri Mulyani mengatakan jika kinerja sektor ekspor dan impor tak dapat diandalkan, pemerintah akan mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari belanja pemerintah yang ditargetkan mencapai 4,8 persen di tahun depan. Sedangkan mengenai konsumsi rumah tangga, diprediksi akan tumbuh di angka 5 persen. Sementara dari sisi pembangunan manusia, diperkirakan akan menurunkan angka kemiskinan menjadi 10,5 persen, dimana angka tersebut sesuai dengan RAPBN 2017.

rapat

Menteri Keuangan tersebut menambahkan bahwa pemerintah kini lebih berhati-hati dalam menyalurkan subsidi ke masyarakat miskin. Lantaran ia mengaku bahwa jika melihat rekam jejak dari pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air dinilai sangat konsisten, sejak pemerintahan dibawah pimpinan Soeharto.

This entry was posted in Keuangan and tagged . Bookmark the permalink. Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*