Cerdas Mengelola Finansial Untuk Investasi

Mungkin saat ini kamu sudah mendapatkan pekerjaan, baik itu bekerja dibawah naungan kamu sendiri atau istilahnya wirausaha, maupun bekerja bersama orang lain atau pegawai/karyawan, dan mendapatkan penghasilan yang menetap setiap bulannya. Dari upah yang kamu dapatkan tersebut, apakah kamu menyisihkan sebagian untuk ditabung? Jawabannya pasti sangat beragam. Bahkan tak jarang banyak kita temui bahwa gaji habis sebelum akhir bulan. Sehingga tak ada uang yang disisihkan untuk investasi. Untuk membuktikannya, kamu dapat menulis “gaji bulanan habis” pada mesin pencarian di dunia internet. Jumlah kata yang muncul terkait akan mencapai puluhan hingga ratusan ribu. Sungguh disayangkan tentunya jika gaji dihabiskan begitu saja tanpa ada yang diinvestasikan. Padahal jika kita mengetahui cara mengelolanya, gaji yang kita dapatkan tersebut akan bertumbuh dan pada akhirnya dapat menghasilkan kesejahteraan tersendiri.

Gaji

Menurut Prita Ghozie selaku perencana keuangan mengungkapkan bahwa salah satu penyebab upah kita habis adalah lantaran orang tidak dapat membedakan antara tabungan, simpanan, dan juga investasi. Akibat dari gaji yang dibayarkan melalui rekening bank, maka uang menjadi tak terkontrol dan diambil secara terus menerus. Kebanyakan orang juga menganggap bahwa tabungan yang dihasilkan dari gaji tersebut merupakan simpanan, sehingga merasa harus dihabiskan setiap bulannya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Prita menyarankan untuk dengan segera membagi gaji tersebut ke dalam tiga rekening yang berbeda. Rekening pertama untuk living, yakni pengeluaran rutin setiap bulannya. Dan rekening kedua untuk saving, yakni alokasi rutin menabung, yang bukan merupakan uang sisa bulanan. Serta rekening ketiga diperuntukkan sebagai playing, yakni pengeluaran seperti liburan, hadiah, hiburan, ataupun berbagai aktivitas sosial.

Perhitungan-Gaji

Namun meski sudah membagi keuangan menjadi tiga jenis pengeluaran, terkadang beberapa orang melakukan kesalahan pada saat berinvestasi. Hal ini seperti diungkapkan oleh Aidil Akbar yang juga berprofesi sebagai perencana keuangan. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya kesadaran untuk berinvestasi saat ini mulai bertumbuh. Tetapi justru di saat berinvestasi banyak sekali yang melakukan kesalahan. Berikut beberapa kesalahan yang berpotensi dapat mengurangi keuntungan.

Berinvestasi Cepat

Banyak orang di Indonesia yang memiliki hobi menunda keinginan untuk berinvestasi. Padahal, jika melakukan investasi lebih cepat, maka hasilnya juga akan lebih banyak.

Investasi Terlalu Sedikit

Kebanyakan orang tidak keberatan jika menghabiska ratusan ribu hingga puluhan juta untuk berbelanja. Namun disaat berinvestasi terlalu banyak pikiran. Padahal jika berinvestasi dalam jumlah yang cukup, tidak terlalu sedikit, hasilnya juga investasi kita dapat dikatakan begitu signifikan.

Investasi Agresif

Terlalu Agresif

Kesalahan selanjutnya kebanyakan orang menginginkan untung yang sangat tinggi, sehingga terlalu agresif dalam berinvestasi, tanpa memikirkan terlebih dahulu peluang dan resikonya. Akibatnya banyak sekali yang kemudian hari terjebak dalam skema investasi bodong.

Mengelola Gaji

Melihat beberapa kesalahan diatas, sebaiknya melihat kembali bagaimana cara investasi yang bijak, dan sesuai dengan kebutuhannya. Jangan karena melihat orang lain sukses berinvestasi di salah satu bidang, kemudian segera mengikuti tanpa mengetahui informasi detail mengenai investasi. Untuk itu, harus mengetahui cara mengelola gaji untuk berinvestasi. Hal pertama yakni kamu harus mengetahui berapa banyak uang yang kamu miliki. Kedua, tentukan tujuan kamu berinvestasi. Ketiga, kuatkan komitmen kamu untuk berinvestasi.

This entry was posted in Finansial and tagged , , . Bookmark the permalink. Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*