Konsep Smart City Atasi Persoalan Pertumbuhan Penduduk dan Pelayanan Publik

Dalam menjawab perkembangan zaman yang pesat di era digital seperti sekarang ini, diperlukan akan sebuah konsep smart city atau kota pintar, yang dimana tidak hanya diterapkan kepada individu saja, tetapi juga diadopsi di sebuah kota secara keseluruhan dan tentu terintegrasi. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, lantaran keberadaan akan konsep kota pintar ini sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kota, dan juga dapat meningkatkan akan pelayanan publik, seperti perizinan, maupun kesehatan, dan lain sebagainya.

Smart City

Dengan diterapkannya konsep smart city pada sebuah kabupaten kota maupun provinsi, diharapkan dapat menjawab segala permasalahan yang berkaitan pelayanan masyarakat agar lebih cepat, efesien, dan tentu saja efektif. Walaupun masih banyak pemerintah kabupaten atau kota di Indonesia yang belum menerapkan konsep smart city ini, tetapi seiring berjalannya waktu akan ada keniscayaan sejalan dengan pertumbuhan masyarakat di usia produktif yang dimana sudah melek akan teknologi, atau disebut dengan masyarakat milenia.

Konsep smart city ini selain mengatasi permasalahan mengenai pelayanan publik yang semakin membuat masyarakat menjadi lebih mudah, juga dapat mengatasi dan merespon tingginya angka pertumbuhan penduduk. Pengembangan akan konsep kota cerdas yang berkelanjutan ini dinilai sebagai salah satu solusi terbaik.

Hermanto Dardak

Hermanto Dardak selaku Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menuturkan bahwa jumlah penduduk di sebuah perkotaan diperkirakan akan terus berlanjut. Dengan begitu kawasan perkotaan akan menjadi titik konsentrasi berbagai aktivitas penduduk, baik budaya maupun sosial, kemanusian seperti kegiatan ekonomi, dan dampak lingkungan. Hal ini sudah terbukti, saat ini pun 74% kontribusi ekonomi Nasional bersumber dari perkotaan.

Smart Cities

Dardak menambahkan bahwa dengan angka pertumbuhan penduduk yang tinggi, maka daerah perkotaan yang merupakan tempat consumer harus dikembangkan mulai dari pelayanan dasar, infrastruktur, perumahan layak huni, ruang terbuka hijau, pekerjaan yang layak, kesehatan, kecukupan air, dan pangan serta energi. Dalam mewujudkan kota yang aman dan sehat serta berkeselamatan, pemerintah pusat pun sudah memerintahkan ke pemerintah daerah agar memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik yang dimana dengan ketentuan harus melebihi 20 persen. Tak hanya RTH saja, melainkan pemerintah daerah dituntut untuk memenuhi luas jalan yang juga harus lebih dari 20 persen. Selain itu, smart city yang berkelanjutan harus memiliki berbagai elemen pendukung, antara lain yakni estetik, berkarakter, bersih, produktif, nyaman, dan juga efesien.

Smart City

Dalam mewujudkan smart city, harus dapat memadukan antara perkembangan teknologi dengan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, dan tentunya juga harus membutuhkan dukungan penuh dari berbagai elemen, termasuk juga dari masyarakat itu sendiri. Konsep smart city ini pun juga dapat berperan dalam mendorong kualitas hidup masyarakat di sebuah wilayah perkotaan.

This entry was posted in Properti and tagged . Bookmark the permalink. Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*