OJK Wilayah Bali Berencana Membentuk Satuan Tugas Waspada Investasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Bali dan Nusa Tenggara berencana untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi di waktu dekat ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Nasirwan selaku Direktur Pengawasan LJK KP8 OJK Bali Nusra pada saat Workshop Jurnalis Keuangan se Bali dan Nusa Tenggara. Maksud pembentukan Satgas Waspada Investasi ini adalah untuk pengawasan terhadap penghalang dana yang berasal dari pihak ketiga.

Otoritas Jasa Keuangan

Nasirwan mengatakan bahwa Satgas Waspada Investasi ini akan segera dibentuk. Ditargetkan mulai bulan depan Satgas sudah bisa beroperasi. Nanti akan melibatkan dari berbagai unsur terkait, antara lain Kejaksaan, Kepolisian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kantor Wilayah Agama, dan Bank Indonesia, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Satgas Waspada Investasi saat ini terus gencar dimatangkan dengan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak yang terkait. Ini tak lain juga untuk melindungi masyarakat dari beragam masalah yang dapat muncul akibat keikutsertaan dalam investasi atas penggalangan dana ilegal.

Bali

Satgas ini dibentuk juga untuk menghindari penghalang dana yang dapat merugikan masyarakat lantaran tidak sesuai dengan perjanjian. Dan bahkan sudah ribuan nasabah yang terpaksa kehilangan uangnya karena perusahaan investasi yang berbohong, dan bermasalah dengan hukum. Nasirwan dengan tegas mengutarakan bahwa di Bali sudah pernah terjadi investasi bohong, sehingga membuat masyarakat merugi. Maka dari itulah kita membentuk Satgas Waspada Investasi ini.

Di kawasan Bali sendiri menurut Nasirwan terdapat sembilan lembaga investasi bohong dari total 38 perusahaan. Kesembilan perusahaan investasi bohong tersebut sudah diidentifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. OJK Bali saat ini mengajak semua pihak yang terkait untuk mengatasi dan mengatus segala persoalan yang bersangkutan dengan investasi bohong. Misalnya saja mengenai penanganan penghimpunan dana keagamaan, maka harus bekerja sama dengan Kanwil Agama.

Perusahaan

OJK juga berjanji untuk melayani masyarakat dengan baik, dan akan terus menangani laporan dari masyarakat terkait investasi bohong dengan menulusuri jejak legalitas dari perusahaan investasi bohong tersebut. Peran Satgas Waspada Investasi ini juga akan melakukan investasi.

Sementara itu, OJK Bali juga terus mendorong Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) agar dengan segera menjalankan prioritas program kerjanya yang menyentuh masyarakat kelas menengah kebawah. Adapun prioritas TPAKD terdapat tiga, yakni ke sektor peternakan sapi, sektor pertanian, dan juga percepatan pembangunan 100 Desa Wisata di Bali.

Desa Wisata

Mengenai Desa Wisata, nantinya akan dikemas dengan sangat baik, dan tentu akan dipasarkan. Sehingga akan memicu pembangunan berbagai fasilitas umum, seperti diantaranya homestay, transportasi, dan lain sebagainya. Dengan ada fasilitas yang dibangun, membuat masyarakat akan berkunjung ke obyek-obyek tersebut. Alhasil, terdapat aktifitas transaksi ekonomi dari wisatawan. Di tahun 2016 ini, Dinas Pariwisata Bali akan menambah 11 Desa Wisata baru.

This entry was posted in Keuangan and tagged , . Bookmark the permalink. Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*