• Cari Rumah Dijual

    rumah dijual

OJK Kerjasama Dengan BPS Demi Perbaiki Data Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di bidang statistik dan jasa keuangan. Kerjasama ini guna menunjang berbagai tugas pokok dan fungsi di kedua belah pihak yang terkait. Kesepakatan ini juga diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas sistem data keuangan OJK yang dihasilkan. Kerjasama ini dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman yang juga telah ditandatangani oleh Kepala BPS Suryamin dengan Muliaman D. Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner OJK di Gedung Soemitro Djojohadikusumo, OJK.

Otoritas Jasa Keuangan

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengungkapkan bahwa pada saat ini OJK telah mengawasi lebih dari 5.000 lembaga jasa keuangan. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri berbagai informasi secara lebih detail, guna meningkatkan data sektoral, yaitu salah satunya di sektor keuangan. Langkah ini pun dinilai sangat diperlukan supaya penyusunan kebijakan yang nantinya dilakukan oleh OJK dapat berjalan semaksimal mungkin. Bukan hanya kualitas saja yang diperhatikan, tetapi juga akan memperkaya informasi yang berguna mendukung keadaan dalam membuat sebuah indikator kebijakan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad

Muliaman D. Hadad menambahkan bahwa OJK saat ini baru berusia sangat muda, yakni empat tahun, yang dimana merupakan hasil penggabungan antara Bapepam dengan sebagian dari Bank Indonesia, dan memiliki sistem data yang berbeda, yang juga saat ini masih tengah mengintegrasikan data-data tersebut. Sehingga sangat penting untuk kami bekerjasama dengan BPS, terutama terkait mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas dalam mengolah statistik data. Kesepakatan ini pun diharapkan dapat menghasilkan daya yang sangat akurat, dan dapat konsisten, serta dapat berkesinambungan. Sehingga dengan begitu, diharapkan mampu mendorong perencanaan strategis antara lembaga dengan pemerintahaan nantinya.

Suryamin

 

Sementara itu, Suryamin selaku Kepala BPS menuturkan bahwa dalam upaya menghasilkan beberapa produk statistik dibidang finansial, pihaknya juga membutuhkan data-data penting lembaga keuangan yang nantinya berguna sebagai gambaran potensi dan pengembangan riil sektor keuangan dalam perekonomian nasional. Perlu diketahui juga bahwa Indonesia termasuk dalam anggota G-20, sehingga memiliki konsekuensi dalam menjalankan 20 rekomendasi yang tertulis dalam Data Gaps Initiatibes (DGI). Salah satu dan merupakan prioritas utama dari 20 rekomendasi di Indonesia tersebut yakni penyusunan sektoral accounts and balance sheet (SAB) di masing-masing negara. Sehingga BPS bertugas untuk lead agency yang dimana dalam pelaksanaannya juga bekerja sama dengan OJK, BI, serta kementerian terkait.

Badan Pusat Statistik

Adapun ruang lingkup dari nota kesepahaman tersebut, yakni mencakup pertukaran, penyediaan, pemanfaatan data dan informasi, sosialisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang statistik dan jasa keuangan, penelitian dan pengembangan dalam bidang statistik dan jasa keuangan, edukasi sesuai tugas dan fungsi para pihak, dan kerjasama lainnya yang tentu masing berkaitan dengan pelaksanaan tugas dari masing-masing pihak yang bersangkutan.

Posted in Ekonomi | Tagged , | Leave a comment