Sri Mulyani: Indonesia Berpeluang Menjadi Negara Pusat Pasar Dan Produksi

Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan menyebutkan bahwa Indonesia berpotensi besar untuk dapat menjadi negara yang memiliki perekonomian terbesar ke-7 secara global pada tahun 2030 nanti. Prediksi ini dapat terwujud lantaran Indonesia memiliki potensi SDA (Sumber Daya Alam) dan didukung pula dengan SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimana dapat mendorong perekonomian Tanah Air menjadi lebih baik dengan pengelolaan dan kebijakan yang tepat.

Sri Mulyani Indrawati

Wanita kelahiran Lampung ini menjelaskan bahwa Indonesia memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) atau ukuran ekonomi senilai US$ 862 miliar. Indonesia sendiri masuk dalam 16 besar negara dengan ekonomi terbesar sedunia. Sementara itu, jumlah penduduknya mencapai 255,9 juta jiwa. Indonesia sangatlah berpeluang menjadi negara pusat pasar dan pusat produksi. Hal ini merupakan kombinasi yang sangat kuat. Lantaran basis penduduk Tanah Air pada tahun 2030 diprediksi akan mencapai 350 juta. Potensi ini juga didukung dengan demografi Indonesia yang mencatatkan bahwa penduduk di usia muda dan produktif terbilang banyak. Dengan begitu dapat membantu memasok tenaga kerja yang akan mendorong perekonomian Tanah Air.

Sumber Daya Alam

Jika Indonesia dapat mengelola perekonomian dengan tepat dan baik serta berkelanjutan. Tak mustahil Indonesia dapat beranjak dari posisi ke-16 besar dunia menjadi negara yang memiliki ekonomi raksasa ke-7 secara global pada tahun 2030 mendatang. Saat ini terdapat G7 Club, yakni diantaranya Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Spanyol dan Portugal. Negara-negara tersebut tetap berkumpul, walaupun ukuran ekonomi tak lagi merefleksikan G7. Sedangkan Indonesia merupakan negara yang saat ini berkembang yang penuh perhitungan untuk menuju ke aras sana.

Sumber Daya Manusia

Hal tersebut dapat terwujud dengan catatan pemerintah dan tentu juga rakyat dapat mengelola perekonomian Indonesia dengan suatu kebijakan yang tepat dan tata kelola perusahaan yang juga baik. Lantaran, Indonesia saat ini sudah menjadi pemain besar untuk beberapa komoditas. Namun sayangnya, hingga kini pengelolaan ekonomi Tanah Air belum maksimal. Misalnya saja nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia yang mencapai US$ 17,5 miliar. Seharusnya Indonesia terkenal sebagai produsen CPO, namun kenyataannya lebih terkenal dari sisi kebakaran hutan.

Peran Indonesia di perekonomian global tak hanya dari segi produsen CPO saja, melainkan juga sebagai produsen nikel nomor sembilan, pemain batu bara kedua di dunia, peringkat 25 terbesar di dunia dalam urusan emas, dan merupakan produsen minyak terbesar ke-27, serta pemain gas ke-4 di dunia.

Produsen Minyak

Sri Mulyani mengatakan bahwa negara yang merupakan pemain komoditas pertama ataupun kedua di dunia, jika terdapat salah urus, maka perekonomiannya menjadi buruk. Sumber daya alam juga dapat menjadi malapateka jika dalam pengelolaannya tidak baik, dan tentu nantinya tidak akan menguntungkan bagi rakyat. Maka dari itu, Indonesia harus memanfaatkan potensi yang ada secara baik demi memperkuat negara. Hal ini dapat terwujud jika Indonesia memiliki sumber daya manusia yang terdidik dan terampil. Dan dari sektor keuangan harus diperdalam, agar tak terganggu oleh kebijakan ekonomi luar negeri.

This entry was posted in Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink. Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*
*